Selasa, 17 Oktober 2023

MERAIH PENGHARGAAN ADIWIYATA MANDIRI

 

Dok. Pribadi

Setelah gagal tahun lalu dalam meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri,  tidaklah menyurutkan semangat SMPN 1 Beji untuk tetap berbenah dalam meningkatkan perilaku berbudaya lingkungan. Saat itu lolos pada tahap dokumen tetapi gagal dipenilaian. Hal itu merupakan cambuk bagi warga sekolah untuk mengevaluasi bahwa masih banyak yang harus dibenahi. Apabila gagal pada penilaian artinya upaya-upaya yang dilakukan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan masih kurang. 

Dalam kurun satu tahun beberapa upaya dan inovasi telah dilakukan. Bekerja sama antar warga sekolah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan rindang. Mulai dari siswa, tenaga pendidik dan kependidikan, kepala sekolah, komite, sampai warga sekitar lingkungan sekolah bahu membahu menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Mengingat letak sekolah yang berada di lingkungan industri dan tentunya penuh polusi. Enam aspek PRLH yaitu menjaga kebersihan sanitasi dan fungsi drainase, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon/tanaman, konservasi air, konservasi energi, dan inovasi. 

Dari keenam aspek PRLH tersebut beberapa upaya mulai dilakukan dari pemanfaatan botol dijadikan ecobrik, melakukan kegiatan bakti sosial bersih sampah di sungai sekitar lingkungan sekolah. Berkontribusi dalam pelestarian mangrove di Kalitara Bangil dengan bergerak bersama menanam bakau. Melakukan inovasi dalam penghematan dan pemanfaatan air. Serta memanfaatkan bahan-bahan sisa atau bekas untuk membuat briket yang dilakukan pada saat kegiatan ekstrakurikuler. Serta masih banyak kegiatan lainnya. 

Upaya sekolah dalam mewujudkan rencana gerakan peduli dan berbudaya lingkungan yang telah dilakukan oleh warga SMPN 1 Beji secara terus menerus ternyata membuahkan hasil. Pada akhirnya jerih payah untuk berlatih dan membiasakan diri berperilaku ramah lingkungan sekolah indah pada waktunya. Hari Selasa tanggal 17 Oktober 2023 SMPN 1 Beji menerima penghargaan sekolah adiwiyata mandiri. Penyerahan penghargaan dan SK sekolah adiwiyata mandiri diselenggarakan di gedung Manggala Wanabakti KLHK. Penghargaan diserahkan langsung oleh menteri KLHK Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya, M. Sc bersama Dr. Praptono M. Ed dari kemendikbudristek dan Drs. Ade Palguna Ruteka dari BP2SDM. 

 

Dok. Pribadi

Terima kasih untuk seluruh warga sekolah yang telah berpartisipasi aktif dalam mewujudkan  lingkungan sekolah yang ramah, bersih, sehat dan rindang. Semoga kita tetap selalu konsisten dalam menjaga dan memelihara lingkungan sekolah dengan baik. Berperilaku dan berbudaya lingkungan secara terus menerus serta inovatif dalam pengembangan aspek PRLH. 


Sabtu, 20 Mei 2023

Konservasi Mangrove Kalitara




Mangrove merupakan salah satu pohon yang mempunyai banyak manfaat untuk lingkungan. Konservasi mangrove dapat dilakukan di setiap daerah.  Mangrove merupakan pohon yang tumbuh di daerah rawa atau pesisir pantai. Fungsi dari mangrove diantaranya dapat mencegah erosi dan merupakan habitat dari perikanan. Seperti udang, kepiting ataupun ikan dapat berkembang dengan baik di kawasan magrove. 

Kawasan mangrove di kabupaten Pasuruan terletak di kecamatan Bangil, Kraton, Rejoso, Lekok, dan Nguling. Dinas Kelautan dan Perikanan  melakukan konservasi magrove untuk mencegah erosi dan perbaikan ekosisitem laut melalui program reboisasi. Upaya tersebut terus menerus dilakukan dengan cara  bekerja sama  denga pihak lain atau swadaya masyarakat. 

Selaras dengan upaya pemerintah tersebut SMPN 1 Beji melakukan kegiatan konservasi magrove yang terletak di Kalianyar Bangil. Di awal bulan Maret 2023 telah dibuka tempat wisata mangrove yaitu Pintu Laut Mangrove Kalitara. Pemilihan tempat tersebut karena lokasi lebih dekat, selain itu magrove di Kalitara populasinya bisa tergolong berjumlah sedikit dibandingkan dengan lokasi magrove lainnya. 


Kegiatan konservasi yang dilakukan oleh peserta didik SMPN 1 Beji bertujuan selain ikut serta melestarikan magrove juga membelajarkan peserta didik untuk lebih peka dan sadar diri terhadap lingkungan sekitar. Apalagi wilayah sekolah berdekatan dengan kawasan industri, dengan tingkat pembuangan limbah yang tinggi ke sungai. Terlihat saat menyusuri sungai menuju lokasi tambak Pintu Laut Mangrove Kalitara bau air kotor sangat menyengat . 


peserta didik sedang menanam mangrove jenis Tinjang



Selain konservasi mangrove, disaat menyusuri sungai menuju lokasi tambak sekalian melakukan pengambilan sampah yang adadi permukaan sungai. Di sepanjang sungai dijumpai banyak sampah an organik. Selain kurang sedap dipandang mata, sampah tersebut pasti mempengaruhi ekosistem sungai. Melihat sampah yang banyak dijumpai dapat disimpulkan masih banyak masyarakat yang kurang sadar dan peduli terhadap lingkungan. Membuang sampah ke sungai tanpamemikirkan dampak negatifnya. 

Setelah kegiatan konservasi mangrove selesai sambil menunggu makan siang, anak-anak bermain rakit yang terbuat dari pipa paralon. Mereka nampak gembira naik rakit pada sebuah tambak udang yang dikelola oleh Pokmaswas. Di tambak ini selain sebagai tempat konservasi juga menyediakan kuliner hasil tambak. Tersedia asem-asem udang dan bandeng, bandeng asap, masakan tersebut khas dari Bangil. Dilengkapi dengan sambal dan terong goreng. Rekomendasi bagi yang ingin kulineran sambil konservasi.

Semoga kegiatan hari ini bermanfaat bagi lingkungan dan merupakan pembelajaran bagi perserta didik SMPN 1 Beji. Mereka dapat memahami begitu pentingnya pelestarian lingkungan hidup. 









Sabtu, 17 Desember 2022

Laro Bocah


SMPN 1 Beji dalam melaksanakan pembelajaran  projek penguatan profil pelajar Pancasila, memilih tema kearifan lokal untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam melestarikan budaya lokal kabupaten Pasuruan. Berdasarkan identifikasi beberapa budaya daerah di kabupaten Pasuruan yang  di angkat sebagai topik yaitu Improvisasi Budaya Terbang Laro. Budaya tersebut  asli desa Cendono kecamatan Purwosari yang masih bertahan diantara budaya kesenian modern. Kesenian ini hanya dimainkan oleh penari dan pengrawit asal desa Cendono. Hal ini disebabkan kesenian terbang laro  kurang begitu dikenal oleh masyarakat Pasuruan. Mengenalkan dan melestarikan budaya lokal sudah menjadi tugas bagi generasi muda. Agar kesenian terbang laro dikenal secara luas maka diperlukan tampilan yang lebih menarik dengan melakukan improvisasi pada tarian maupun musik pengiringnya.

Sedikit mengenal asal istilah terbang laro, kata terbang  berasal dari alat musik terbangan yang digunakan untuk mengiringi tarian.Sedangkan laro berasal dari ular-ular kawruh, yang berarti menularkan pengetahuan kebudayaan yang dalam hal ini adalah budaya islam.  Dapat diartikan juga menularkan budaya islam untuk dijadikan teladan dalam kehidupan.  Terbang laro merupakan perpaduan antara seni gerak (tari) dan seni suara. Lantunan sholawat dan syair jawa yang bergantian menjadikan ciri khas pada kesenian ini. Dewasa ini alat musik terbang laro dikombinasikan dengan gamelan untuk memperkaya musikalisasi, sehingga lebih menarik. 

Siswa SMPN 1 beji dalam melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) membutuhkan waktu 120 jam pelajaran. Bagi siswa yang suka menari maka akan mempelajari tariannya, sedangkan siswa yang suka dengan musik belajar gamelan dan mengunakan alat terbangan. Tentunya mereka dibimbing oleh fasilitator atau guru pendamping untuk melaksanakan kegiatannya. Elemen dari profil pelajar Pancasila ditekankan pada taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, gotong royong, dan kreatif. Hasil dari improvisasi budaya terbang laro ditampilkan pada acara memperingati Maulid Nabi bulan Oktober yang lalu yang dihadiri oleh kepala dinas kabupaten Pasuruan, Bapak Hasbullah, S.Pd.

Suatu kepercayaan bagi SMPN 1 Beji, ternyata menjadi Duta Seni dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Pasuruan untuk tampil di Anjungan Jawa Timur TMII. Dengan demikian siswa berlatih secara intensif untuk dapat menampilakn gelar seni secara maksimal. Rabu tanggal 14 Desember tim dinas pendidikan beserta siswa SMPN 1 Beji berangkat menuju TMII. Sebelum gelar seni di hari Jumat malam tanggal 16 , siswa harus mengikuti gladi bersih di hari Kamis malam. Tim duta seni mengikuti gladi bersih dari pukul 8 malam hingga pukul 11 malam. Beberapa revisi  harus dilakukan dan tim SMPN 1 Beji diberikan kesempatan berlatih Jumat pagi harinya. 

Akhirnya pada hari Jumat malam dihadiri oleh direktur KSPSTK GTK Kemendikbud Ristek RI, Bapak Dr. Praptono, M.Ed, Kepala Anjungan Jawa Timur, Bapak Sutrano, SH, Kepala dinas kabupaten Pasuruan dan ketua paguyuban masyarakat Pasuruan di Jakarta, siswa SMPN 1 Beji gelar pertunjukan cerita Laro Bocah. Selain tarian dan syair jawa serta sholawatan, terdapat pula lakoon atau ludrukan yang membawakan narasi dari Laro Bocah. Sambutan yang luar biasa dari para undangan, mereka sangat tertarik dengan kesenian terbang laro yang ditampilkan oleh anak-anak atau bocah, yang biasanya kesenian ini dilakukan oleh orang dewasa. Improvisasi tari kesenian terbang laro menjadi lebih menarik dari pada konvensional.

Nah, ini menjadi awal yang baik untuk mengembangkan kesenian terbang laro dari hasil improvisasi yang dilakukan oleh siswa SMPN 1 Beji dengan dibimbing oleh fasilitator. Harapannya kedepan kesenian terbang laro  akan lebih dikenal oleh  masyarakat luas.  Dengan demikian pelestarian budaya lokal menjadi lebih kuat. Marilah kita gali lagi budaya-budaya lokal daerah kita, kita angkat dengan mempelajari dan menyajikannya sehingga menambah kekayaan budaya lokal.


# Semangat keluarga besar SMPN 1 Beji 😄




Rabu, 14 Desember 2022

Banjir Keringat di Tugu Monas



Rombongan Duta Seni memasuki rest area tol Cipali untuk melaksanakan sholat subuh. Masih beberapa jam lagi sampai di Monas. Sebenarnya bukan tujuan utama akan tetapi karena Jakarta identik dengan Monas dan siswa belum pernah mengunjungi maka alangkah baiknya memanfaatkan waktu untuk menikmati kebanggaan negara Indonesia itu. Jakarta tidak pernah lepas dari macet meskipun sudah kelihatan tugu emas monas akan tetapi karena ada demo dari partai Buruh maka jalanan semakin macet. 

Sekitar jam 10 baru memasuki area monas. Siswa dan pedamping menikmati sarapan pagi di kuliner dalam area monas. Kesempatan hanya 1 jam untuk menikmati wisata di Monas. Diperkirakan selepas duhur tim akan mempersiapkan gamelan. Sebelum siswa  pentas seni di TMII disempatkan untuk wisata ke Tugu Monas, mumpung ada di Jakarta kapan lagi bisa begini. 

Nah setelah makan kami bergegas menuju Tugu Monas. Saat berjalan dikejauhan kelihatan ada kendaraan semacam kereta kelinci. Pasti itu kendaraan yang disediakan untuk berkeliling Monas. Benar saja sopirnya langsung menawarkan untuk naik dan gratis lagi. Segera semua naik ke dalam kendaraan tersebut. Sesampai di pintu masuk Tugu Monas kami diarahkan untuk menuju lokat di bawah tanah. Akan tetapi kami lebih memilih foto di luar dengan latar belakang Tugu Monas. Hari sangat cerah, terasa menyengat di kepala tapi kami sangat menikmati. 

Setelah selesai berswafoto dan melihat jam tenyata sudah habis waktu untuk wisata. Segera kami menuju halte untuk naik kendaraan pengantar pengunjung. Ketika semua sudah masuk ternyata sopir meminta tiket masuk ke Monas. Kami tadi tidak ada waktu untuk ke lokasi Tugu Monas akhirnya turun dari kendaraan. Ternyata kendaraan tersebut disediakan pulang pergi khusus untuk pengunjung yang membeli tiket masuk Tugu Monas. Akhirnya kami sambil ketawa menahan malu turun dan jalan kaki menuju loket utama. Panasnya ampun, apalagi lokasi loket utama lumayan jauh. 


Ampun sekali area di Monas jauh dari pepohonan. Dari foto di atas nampak bagian dari area Monas yang sangat terik sekali. Andai waktu mencukupi mungkin kami bisa masuk menuju Tugu monas sehingga mempunyai bukti tiket masuk sehingga tidak jalan kaki menuju lokasi loket utama. Lengkaplah penderitaan kami belum mandi dari pagi lalu ketambahan jalan kaki dipanas terik. Jadinya mandi keringat. Nah untuk bau badan jangan ditanya ya 😄😄😄. 

Minggu, 28 Agustus 2022

LOMBA PEMULIAAN SAMPAH & BAZAAR UMKM

dok pribadi
Usaha untuk menjaga kemandirian desa maka diupayakan untuk menoingkatkan dan memperkokoh ketahanan ekonomi masyarakat. Saat ini suatu desa dituntut  mempuyai beberapa nilai jual dibidang wisata. Kreativitas dan kemampuan berwirausaha merupakan bagian yang harus ditumbuhkan untuk menunjang upaya tersebut. Salah satu nilai jual  yang ada di Desa Purwodadi tepatnya di Dusun Jatisari adalah wisata edukasi Bank Sampah Berkah Lestari. Kegiatan Bank sampah di desa Purwodadi  menampung sampah yang bernilai ekonomis dari nasabah yang kemudian dijadikan tabungan. Tidak itu saja akan tetapi dengan adanya bank sampah maka masyarakat sekitar untuk sadar akan pentingnya  tidak membuang di sembarang tempat. Selain itu masyarakat mendapatkan edukasi dalam berbagai kegiatan pemuliaan sampah.

Pada kesempatan  memperingati HUT RI ke 77,  Bank Sampah Berkah Lestari dusun Jatisari desa Purwodadi menyelenggarakan lomba pemuliaan sampah dan bazaar UMKM yang wajib diikuti setiap kelompok RT.  Kreasi dari pemuliaan sampah serta pemanfaatannya, selain itu ada juga lomba olahan makanan unggulan dari masing-masing RT. Lomba ini membangkitkan semangat untuk mengkreasi dari limbah sampah dan hasil tanaman sekitar. Produk-produk tersebut diharapkan mempunyai nilai ekonomis. Dengan demikian dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kecil. 

dok pribadi

dok pribadi
Acara ini terselenggarakan pada hari Minggu 28 Agustus 2022. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan lomba. Berbagai produk olahan makanan ditampilkan dalam lomba tersebut. Pembuatan kompos dari limbah sampah rumah tangga dimulai pada bulan Juni yang lalu karena membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.


dok pribadi

dok pribadi

Acara ini buka oleh kepala desa Purwodadi Bapak Mulyono. Beliau sangat mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh Bank Sampah Berkah Lestari Dusun Jatisari. Harapan dari Kepala Desa dari hasil Bank sampah dapat ditingkatkan lagi. Selain untuk meningkatkan nilai ekonomi sampah dapat juga membantu pembayaran HIPAM maupun tagihan listrik pada setiap bulannya. Sementara itu sambutan dari Pak Yuda pihak DLH kabupaten Pasuruan, kegiatan yang dilakukan oleh Bank Sampah Berkah Lestari Dusun Purwodadi yaitu lomba pemuliaan sampah merupakan kegiatan satu-satunya di kabupaten Pasuruan yang dilakukan di tingkat Dusun. 

Dengan demikian kegiatan ini sangat membanggakan bagi warga Dusun Jatisari dan menambah semangat untuk lebih baik lagi dalam mengkreasi. Pada kegiatan lomba tersebut RT 1/RW 4 mendapatkan beberapa nominasi sekaligus. Peringkat 1 pada  olahan khas , kebersihan lingkungan kategori keberadaan tempat jemuran, dan daur ulang sampah. Selamat untuk para pemenang.

dok pribadi
Kegiatan lomba ini membawa dampak positif dari masyarakat dusun Jatisari yaitu dapat mendatangkan ide-ide untuk mengkreasi dari apa yang ada di sekitar. Mereka dapat menciptakan olahan khas dari bahan yang ada di sekitar menjadi bernilai jual. Dengan demikian kreativitas dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk meningkatakan ekonomi keluarga. Semoga tahun depan kegiatan lomba lebih variatif sehingga masyarakat semakin bersemangat untuk berwirausaha.

dok pribadi




Selasa, 26 Juli 2022

LAUNCHING IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI KABUPATEN PASURUAN

 

Tahun ajaran 2022/2023 SMPN 1 Beji yang dipimpin oleh Ibu Yayuk Sudarwati mulai melaksanakan kurikulum merdeka. SMPN 1 Beji merupakan salah satu sekolah penggerak angkatan ke 2 di kabupaten Pasuruan sehingga wajib untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka. Implentasi kurikulum merdeka berlaku pada jenjang kelas 7, sementara itu kelas 8 dan 9 masih menggunakan kurikulum darurat. Pastinya ini merupakan hal baru pagi peserta didik kelas 7, oleh karena itu pada saat MPLS diberikan pengenalan mengenai kurikulum merdeka.

Pada hari Selasa bertepatan dengan tanggal 26 Juli 2022, kabupaten Pasuruan mendapatkan kunjungan kerja Implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri oleh Kemdikbudristek. Terdapat 3 sekolah yang akan mendapatkan kunjungan kerja diantaranya SMPN 1 Beji, SDN Gununggangsir 1, dan SMAN 1 Grati. Suatu kehormatan bagi kabupaten Pasuruan mendapatkan kunjungan kerja dari Kemdikbudristek pejabat kemdikbudristek yang hadir antara lain:

1. Winner Jihad Akbar, S.Si, M.Ak Plt Direktur SMA, Ditjen Paudasmen, Kemdikbudristek

2. Totok Suprayitno, Ph.D Analis Kebijakan Ahli Utama Kemdikbudristek

3. Drs. Purwadi Sutanto, M.Si Widyaprada Ahli Utama Kemdikbudristek

4. Drs. Sam Yhon, MM, Widyaprada Ahli Utama Kemdikbudristek

5. Wiwiet Heriyanto, MT Ketua Pokja Perencanaan, Data dan Penjaminan Mutu Direktorat SMA

6. Irfan Harry Prasetya, Ph. D Ketua Pokja Inovasi dan Transformasi Direktorat SMA. 

Kunjungan pertama di SMPN 1 Beji dengan dihadiri oleh Kepala Daerah yang dihadiri oleh bapak Wabup KH. Mujib, pimpinan BBPMP prov Jatim, dan sudah barang tentu dihadiri oleh kepala dinas kabupaten Pasuruan Bapak Hasbullah. Selain itu hadir pula seluruh Kepala SMP negeri kabupaten Pasuruan, bebapa kepala SD serta perwakilan guru penggerak dan guru praktik di kabupaten Pasuruan.

Kedatangan para tamu di SMPN 1 Beji disambut oleh tim tari SMPN 1 Beji dengan Tarian Terbang Laro. Tarian yang diiringi oleh tebang dan jidor yang merupakan budaya khas desa Cendono kecamatan Purwosari.   Terbang Laro  ini pada tanggal 25 Juni telah tampil di Taman Mini Indonesia.

Setelah pembukaan berikutnya adalah sambutan dari pimpinan Kemdikbudristek yang dihadiri oleh Plt. Dirjen SMA Bapak Winner Jihad Akbar. Pada sambutannya beliau menyatakan bahwa kurikulum merdeka tidak bersifat wajib akan tetapi merupakan kurikulum pilihan. Jadi sekolah apabila belum siap maka tidak harus melaksanakan pada tahun ajaran 2022/2023. Beliau juga mengucapakan selamat pada sekolah yang secara mandiri telah melaksanakan kurikulum merdeka. Sementara itu Wabup Pasuruan KH. Mujib mendukumg penuh sekolah-sekolah yang telah melaksanakan kurikulum merdeka secara mandiri dan memberikan motivasi kepada guru-guru untuk semangat berubah. 

Dilanjutkan dengan Launching Implementasi Kurikulum Merdeka yang ditandatangani oleh pimpinan Kemdikbudristek, Wabup kabupaten Pasuruan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Pasuruan, dan kepala cabang dinas. Acara terakhir adalah pengambilan video testimoni atau dukungan Implementasi Kurikulum Merdeka bersama guru penggerak, guru praktik, Pengurus MKKS dengan tim kemdikbudristek.

Dengan diresmikannya Implementasi Kurikulum Merdeka di kabupaten Pasuruan di harapkan pendidikan di kabupatin Pasuruan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dipimpin oleh Bapak H. Hasbullah membawa pendidikan ke arah yang lebih baik. Melaksanaan pembelajaran secara holistik dan memperhatikan kebutuhan peserta didik. Dengan memperhatikan karakteristik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Maju bersama kita bisa. 






Jumat, 08 Juli 2022

Yogja Kembali

Mengawali liburan semester yang lalu saya bersama beberapa teman pergi ke Yogyakarta untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan. Sekalian menuruti keinginan hati untuk bersama sejenak dengan 4 orang teman yang menjelang purna tugas beberapa bulan ke depan. 

Selama pandemi COVID-19 kami belum pernah liburan keluar kota. Yogjakarta menjadi tujuan untuk melepas kangen. Susana Malioboro dan makanan khas gudeg  yang selalu menjadi tujuan akhir yang  kami kunjungi setiap ke Yogyakarta. 

Berangkat pagi hari dengan harapan bisa lebih lama menikmati kota Solo dan Yogyakarta. Menyewa kendaraan Hi Ace yang mampu memulai 14 orang membuat penumpang sangat nyaman dalam melakukan perjalan jauh. The Heritage Palace di Solo adalah tujuan pertama. Sayang sedikit karena kendala teknis sehingga keberangkatan tertunda sekitar 2 jam. 

Setelah berada di jalan tol selama 4 jam lebih kami keluar melalui pintu tol Solo menuju The Heritage Palace. Bangunan tua ini  merupakan bekas pabrik gula Colomadu pada masa Belandan di kota Solo. Bernuansa Eropa seolah kita berada di Romawi. Di sudut bangunan terdapat mobil klasik yang akan memberikan kesan beda untuk pengunjungnya. 

Belum puas menikmati indahnya Eropa Solo kami segera berteduh karena hujan deras mengguyur kota Solo. Tidak begitu lama dalam keadaan gerimis manis kami segera meluncurkan ke Prambanan di Klaten. Iklim tidak menentu dan cuaca yang mudah berubah membuat kondisi alam menjadi berbeda. Klaten cerah dan kami bisa menikmati candi Prambanan yang menakjubkan. Tak sempat saya menghitung jumlahnya apakah benar seribu candi. Letusan gunung Merapi menyebabkan beberapa candi  runtuh. Setelah mengambil spot yang bagus untuk swafoto kami segera meninggalkan Prambanan. 

Heha Sky View tujuan selanjutnya. Selama perjalanan menuju Gunung Kidul sepanjang jalan di guyur hujan. Sepertinya hujan merata karena kabar di Pasuruan dan sekitarnya juga mengalami hujan. Rombongan motor lawas mengiringi perjalanan saya. Tampak juga beberapa orang menggayuh sepeda ontel dengan kostum tempo dulu khas daerah. 

Mendekati pertigaan menuju Heha Sky View hujan semakin deras. Tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalan menuju lokasi. Heha Sky View adalah sebuah kafe yang bernuansa spot foto. Bagusnya di malam hari sambil memandang langit dan melihat kota dari atas bukit. Tempat banyak yang terbuka sehingga bila hujan turun maka rusaklah suasana. 

Segera perjalanan dilanjutkan menuju Malioboro tempat kami menginap. Terakhir 4 tahun yang lalu mengunjungi Malioboro. Suasana yang beda, lingkungan penjual sudah tertata rapi. Jalan Malioboro yang semula penuh dengan kaki lima sekarang berisi kursi yang di tata rapi untuk pengunjung. Sangat menarik dan membuat nyaman pengunjung untuk menikmati ramainya Malioboro. 

Gerimis masih menyelimuti Yogjakarta, kami harus berjalan kaki sekitar 40 meter menuju hotel Hasian yang berada di Jl. Perwakilan. Tak jauh dari jalan Malioboro, persis di depan hotel Ibis. Jadi tidur di Hasian motel sambil membayangkan berada di Ibis 😄,  nikmati saja. 

Malam ini kami tidak selalu bersama-sama. Makan malam mencari sesuai selera masing-masing. Bertujuh orang kami menikmati malan malam di kulineran yang tempatnya di deretan motel tempat menginap. Paling ujung menghadap dua sisi jalan, yaitu jalan Malioboro dan jalan Perwakilan. Harganya sedap-sedap pahit karena harga yang tertera beda dengan di kasir, entahlah. Tetapi yang penting malam ini saya dan teman-teman bisa berbelanja dan menikmati malanya Malioboro. 



Sampai esok hari saya masih menikmati paginya Malioboro. Sarapan nasi gudeg khas Yogya yang saya temukan di gang Sastranegaran dengan harga yang jauh lebih murah dari tadi malam. Kemudian jalan-jalan di sepanjang Malioboro dan berswafoto bersama teman-teman. 

Lepas jam 8 pagi setelah semuanya berkemas perjalanan dilanjutkan menuju Merapi. Lokasi yang dituju adalah wisata Kaliurang. Setelah sampai di lokasi saya jadi teringat akan kegiatan outbound siswa di tahun 2012 setelah gunung Merapi meletus. Itu adalah terakhir kegiatan dari siswa full day schoolschool.  Setelah itu  tidak ada lagi jam tambahan bagi siswa tertentu, semua menjadi siswa reguler. 

Setelah Merapi meletus di tahun 2010 selain menyisakan duka yang amat dalam bagi masyarakat terdampak ternyata menjadikan perekonomian lebih meningkat pula. Beberapa lokasi dijadikan sebagai objek wisata. Sudah barangtentu banyak para pedagang di sekitar lokasi wisata. 

Untuk tour lokasi terdampak letusan Merapi kami mengambil paket yang tersiri dari musium sisa erupsi Merapi, batu alien, bungker kaliadem, rumah mbah Marijan dan Kali Kuning. Untuk 14 orang kami harus menyewa 4 Jeep yang maksimal berisi 4 orang tiap Jeep. Naik Jeep ternyata ngeri-ngeri sedep. Melalui jalan berbatuan dan tidak rata, serta kondisi Jeep dengan kemiringan tertentu melaju menuju lokasi yang dimaksudkan. 

Cuaca gerimis menjadukan suhu udara semakin dingin. Apalagi berada di kaki Merapi akan sangat terasa dinginnya. Musium sisa erupsi Merapi adalah rumah warga yang kondisi ekonominya tergolong berada, warga tersebut mempuntai sebuah klinik.  Menurut cerita pemandu penduduk sekitar matapencaharian sehari-hari beternak sapi. Ketika terjadi erupsi ribuan sapi terpanggang abu panas. Kemudian letupan dari gunung membawa batuan raksasa yang kemudian dikenal dengan nama Batu Alien. Lokasinya berbeda dari musium. 

Lokasi Batu Alien lumayan bagus untuk swafoto. Di balik lokasi Batu Alien ada tempat aliran lahar yang penuh dengan pasir. Tampak dari atas penambang pasir sedang memasukkan pasir ke dalam bak truk. Perjalanan berikutnya menuju Bungker Kaliadem. Sayangnya gerimis masih mengikuti sehingga lokasi Bungker yang banyak pengunjungnya menjadi sangat becek. Saya enggan turun melihat ke dalam Bungker, cukup foto bersama di depan Bungker dan di temoat parkir. 

Tidak lama di lokasi bungker kami segera menuju bekas rumah Mbah Marijan yang letaknya lebih ke atas dari Bungker Kaliadem. Rumah Mbah Marijan sudah tidak ditinggali hanya ada nisan sebagai pertanda saja. Mbah Marijan meninggal bersama relawan yang menjemputnya karena terkena awan panas gunung Merapi. Di sebelah rumah Mbah Marijan ada sebuah toko oleh-oleh milik anak kedua Mbah Marijan. 

Anak keberapa saya lupa meski beliu bercerita. Sementara tugas Mbah Marijan sebagai juru kunci gunung Merapi dipercatakan ke anak keempat yang ditunjuk langsung oleh Sultan Hamengkubuwono X. 

Tujuan yang terakhir adalah trek basah Kali Kuning. Di tempat ini adalah wisata yang paling seru dan menegangkan. Karena Jeep melakukan trek didalam air sungai dengan mengkondisikan kecepatannya. Kami harus berpegang erat agar tidak terpental. Sebenarnya sedikit berbahaya karena penumpang tidak ada sabuk pengamanan. Teriakan histeris bercampur dengan kegembiraan saat melewati sungai. Dari jauh kuperhatikan teman- teman yang menjelang purna tugas kebetulan berada dalam satu Jeep. Beliau nampak senang, sambil berdiri dan tetap berpegangan serta melambaikan tangan kanannya. Sebelum Jeep melakukan trek menyusuri kali Kuning saya meminta tolong pada seseorang untuk merekam Jeep  dari rombongan kami. Ini merupakan bukti bahwa piknik saat ini sangat mengesankan. 

Puas di Kali Kuning, Jeep segera meluncur turun menuju Kaliurang tempat kami semula. Pak Sopir sudah menunggu untuk melanjutkan perjalanan menuju Heha Skay View. Awalnya lokasi ini adalah tujuan di hari pertama karena hujan maka berganti  menjadi tujuan akhir. Tempat ini cocok sekali untuk anak-anak muda. Kafe terbuka di ketinggian tertentu dari Gunung Kidul. Bermacam-macam makanan ringan dan cepat saji tersedia. Tetapi untuk lidah saya kurang cocok karena lebih nikmat makan nasi padang atau nasi soto😄. 

Batas waktu di Heha Sky View sampai pukul 7 malam. Kami segera keluar untuk mencari teman yang terpisah. Setelah berkumpul di kendaraan maka piknik ini berakhir dengan rasa yang menyenangkan dan sangat puas. Semua teman mempunyai kesan yang sama. Sesekali bersenang-senang menghibur diri bersama teman. 


#Liburan 26-28 Juni 2022





Kamis, 07 Juli 2022

Asistensi Usulan CASM


Dari bulan kemarin sekolah yang menjalankan program penerapan perilaku lingkungan hidup akan sangat sibuk melakulan pendokumenan file dari seluruh kegiatan. Bulan Juli akan ada pengusulan CSAN atau CASM. Sebelum file dokumen dikirimkan ke kementrian lingkungan hidup dan kehutan, pihak DLH propinsi akan melakukan asistensi dan pembinaan ke sekolah-sekolah yang akan mengusulkan adiwiyata nasional atau mandiri. 

Pelaksanaan asistensi berada di DLH kota Probolinggo. Jadwal asistensi yang dilaksanakan tanggal 8 Juli 2022 ini terdiri dari 2 kabupaten yaitu kabupaten Pasuruan dan Banyuwangi. Dari Kabupaten terdiri dari 4 sekolah sedangkan dari kabupaten Pasuruan 15 sekolah, diantaranya adalah SMPN 1 Beji. 

Asistensi penyusunan dokumen adiwiyata bertujuan meminimalisir kesalahan penyusunan dokumen. Agar disaat penilaian pihak penilai tidak kesulitan dalam pencarian dokumen maupun bukti fisik. 

Di dalam penerapan perilaku lingkungan hidup (PRLH) di sekolah tahapan yang dilakukan harus runtut dan terkait antara EDS, IPMLH dan GPBLHS. Evaluasi diri sekolah mengevaluasi kegiatan PRLH pada tahun sebelumnya. IPMLH mengidentifikasi potensi, permasalahan dari sekolah, lokal daerah dan nasional atau global. Kemudian dari EDS dan IPMLH dibuat suatu program gerakan perilaku berbudaya lingkungan hidup sekolah(PBLHS). 

Program gerakan PBLHS dibuat untuk 4 tahun. Permasalahan yang sudah dipetakan diprogramkan dalam PBLHS. Kemudian program 4 tahunan tersebut dibuat lagi dalam program 1 tahunan, kegiatan tahun 1, tahun kedua, dan seterusnya. 

Dengan demikian maka kegiatan PRLH tegambarkan dalam kegiatan tiap tahunan. Penerapan PRLH dilakukan dalam pembelajaran yang tertuang di dalam rencana pembelajaran. Baik melalui intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Saat pembelajaran harus ada   dokumentasi dan laporan. Baik berupa karya maupun lembar kerja. Diharapkan seluruh pengajar melakukan pembelajaran dengan menerapkan PRLH. Poin penilaian akan maksimal apabila persenta penerapannya dalam pembelajaran semakin banyak. 

Pemantauan dan evaluasi dapat dilakukan tiap 3 bulan, 6 bulan, atau satu tahun sekali. Semakin sering melakukan pemantauan dan evaluasi maka poin penilaian semakin besar. Memilih pemantauan tiap 3 bulan akan memudahkan mengevaluasi dari kegiatan yang telah dilakukan. Selain itu mendapatkan poin penilaian yang maksimal. 

Dari kegiatan asistensi yang dilakukan oleh DLH propinsi, penyusunan ddokumen adiwiyata SMPN 1 Beji tidak begitu banyak kesalahan. Hanya menambahkan jumlah kegiatan publikasi, kekurang surat tugas udan revisi penyusunan tabel EDS. 

Semoga para tim adiwiyata SMPN 1 Beji dapat memperbaiki kekurangan yang ada. Segala daya upaya dari seluruh warga SMPN 1 Beji dalam mengikuti CASM berjalan lancar dan membuahkan hasil secara maksimal. 







Kamis, 16 Juni 2022

STUDI TIRU KE SEKOLAH PENGGERAK

 


SMPN 1 Beji kabupaten Pasuruan merupakan salah satu sekolah penggerak angkatan kedua. Setelah melaksanakan pelatihan secara singkronus dan asingkronus selama kurang lebih satu bulan lebih. Meskipun cukup lama dalam mendapatkan materi secara teoritis akan tetapi perlu sekali menimba ilmu ke sekolah penggerak angkatan 1. Ini penting untuk dilakukan mengingat tahun ajaran baru sekolah sudah harus melaksanakan kurikulum merdeka. Sehingga sekolah harus mempunyai persiapan yang matang, agar dalam pelaksanaannya nanti dapat perjalan dengan baik. 

Hari Kamis pagi kami bersama dengan dia sekolah penggerak yang lain menuju SMPN 3 Kediri. Pilihan studi tiru jatuhkan ke sekolah tersebut karena sudah menghubungi beberapa sekolah penggerak angkatan 1 dari beberapa kota belum ada yang siap untuk dikunjungi. Nampaknya SMPN 3 kediri menerima kunjungan kami dan bersedia untuk berbagi ilmu serta pengalamannya selama melaksanakan kurikulum merdeka. 

Sambutan dari pihak SMPN 3 Kediri saat kami sampai di halaman sekolah nampak kegiatan projek dari para siswa di semester genap. Melalui tema Bangunlah Jiwa Raga, siswa menampilkan kreasinya dalam membuat gerakan tarian yang dikolaborasikan dengan lagu daerah. Meriah sekali, penampilan dari salah satu kelompok. Nampak juga beberapa siswa menunggu giliran kelompoknya untuk menampilkan kreasinya. Di sisi kiri terdapat beberapa deret meja yang di belakangnya ditempati oleh beberapa guru yang menilai projek mereka. 

Setelah menikmati kreasi dari siswa SMPN 1 Kediri maka kita dipersilahkan untuk memasuki ruang aula. Acara seremonial penyambutan dan pemberian kenang-kenangan dari masing-masing sekolah. Selanjutnya tim komite pelatihan sekolah penggerak memaparkan pengalaman dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. 

Kami mencoba untuk mengadopsi modul ajar yang ada di SMPN 3 Kediri. Nantinya dari ilmu yang kami dapatkan akan diimplementasikan di sekolah kami dengan memodifikasi sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah. Begitu pula dengan praktek dari penguatan projek profil pelajar Pancasila serta penjadwalannya. 

Di Kediri kami juga dipersilahkan untuk singgah ke sekolah penggerak lainnya yaitu SMP PLUS RAHMAT dan SMP Ar-RISALAH Lirboyo Kediri. Senyampang berada di Kediri dan kedua sekolah tersebut dengan senang hati berkenan menerima kami meskipun secara mendadak. Di kedua sekolah tersebut ada beberapa yang juga kami dapatkan. Seperti di SMP Plus Rahmat yang menyelenggarakan pembelajaran berbasis ristek. Sementara itu di SMP Ar-RISALAH yang bebasis pondok pesantren adanya gambaran atau pengalaman dalam pengaturan jam pembelajaran. 


Banyak sekali kebermanfaatan dari hasil studi tiru ke sekolah di wilayah  Kediri. Harapannya apa yang kami dapat bisa menerapkan hasil pelatihan PSP selama satu bulan dan ditambah dengan studi tiru sehingga mencapai secara optimal apa yang sudah menjadi tujuan pendidikan. 


#sekolahpenggerak



Selasa, 24 Mei 2022

BUKU KARYAKU


    Semenjak kecil di rumah sudah dibiasakan membaca. Mulai dari komik yang waktu itu lagi jaya-jayanya. Gundala, Mahabarata, Godam, Si Buta dari Goa Hantu, Popeye, Tintin, Supermen, Tarzan, dan masih banyak yang lainnya. Hampir di setiap malam Minggu Bapak menyewakan beberapa komik untuk bekal membaca di hari Minggu. Ketika memasuki masa biru putih saya mulai suka menulis di buku harian. Kebiasan itu saya lakukan sampai masa kuliah dan berhenti menulis buku harian saat ada seseorang yang tidak saya kenal membaca buku harian saya. Kesal? Ya, karena buku harian bersifat privacy. 

     Menulis berlanjut lagi tetapi sebatas pada karya ilmiah, seperti laporan penelitian tindakan kelas dan artikel ilmiah. Itu pun saya lakukan setahun sekali, hanya sekedar untuk memenuhi kewajiban pengembangan keprofesian berkelanjutan. 

   Semakin berumur ternyata keinginan untuk menulis makin kuat. Apalagi ada motivasi dari sudara yang penulis juga. Pada usia yang tak lagi muda,  tepatnya setengah abad saya mulai belajar menulis online. Kemudian adanya pandemi Covid-19 menyebabkan saya mengikuti pelatihan menulis buku lagi dan lahirlah buku antologi yang pertama yaitu Rona-Rona Corona. 

    September tahun 2021 mengenal grup menulis PMA yang dinahkodai Bunda Kanjeng. Semakin bergaul dengan para komunitas menulis  ternyata kesukaan menulis semakin kuat. sehingga menyadi suatu kesenangna dan kepuasan tersendiri. Dari komunitas PMA saya  melahirkan beberapa buku antologi. Buku antologi pertama dari komunitas PMA adalah MELATI DI TAMAN HATI. Buku yang beisikan memoar kebersamaan berama ibu tercinta.

Di tengah perjalanan mengikuti komunitas menulis akhirnya saya mengikuti kelas Belajar Menulis bersama Om Jay. Tergabung pada gelombang 23 kelas  Belajar Menulis. Dari sinilah saya berlatih menulis resum dari beberapa narasumber yang ditulis dalam blog pribadi hingga akhirnya lahirlah buku solo perdana saya atau buku yang ditulis sendiri dengan judul CATATAN 20 HARI BELAJAR MENULIS ONLINE. Betapa senangnya bisa menulis dan menghasilkan buku solo. 

Baberapa karya antologi bersama komunitas PMA antara lain:

1. Buku antologi Melati di Taman Hati

2. Buku antologi Merindukan Baitullah

3. Buku antologi Pelangi Cinta Sahabat

4. Buku antologi Media Pembelajaran Guru Hebat

5. Buku antologi The Story of Me and My Child

6. Buku antologi Mutiara di Balik Corona

7. Buku antologi Writing of My Passion jilid 4

Buku solo: 

Catatan 20 hari Belajar Menulis Online


#Happy Writing PMA

# 70 tulisan (24)



Sabtu, 21 Mei 2022

Menyiapkan Asesmen

 

Foto:internet

Setelah memahami tentang konsep asesmen secara keseluruhan yang merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informasi apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik, materi selanjutnya yang dipelajari dalam pelatihan komite penggerak adalah materi menyiapkan asesmen.  Seperti yang telah kita ketahui pelaksanaan asesmen harus berpusat pada murid dan penyiapannya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang ingin dicapai. Agar asesmen pelaksanaan asesmen berjalan efektif dan tepat sasaran maka perlu persiapan yang baik.

Persiapan awal yang harus dilakukan pada saat menyiapkan asesmen adalah mengetahui kondisi murid. Tiap murid mempunyai latar belakang, pengalaman, tingkat kematangan yang berbeda  meskipun berada di kelas yang sama. Untuk itu sebagai guru perlu untuk memahami kondisi murid dengan melakukan identifikasi dengan menggunakan asesmen diagnostik. Asesmen dilakukan untuk memetakan murid berdasarkan kemampuannya, guru mengajar sesuai kemampuan murid. Sedangkan asesmen diagnostik digunakan untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan dan kelemahan murid. Hasilnya digunakan guru sebagi rujukandalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pembelajaran murid.

Tahap-tahap penyusunan asesmen diagnostik antara lain:

1)      menganalisa rapot murid tahun sebelumnya

2)     identifikasi kompetensi

3)      menyusun istrumen untuk mengukur kompetensi peserta didik( unjuk keterampilan, ceklis, tes, hasil observasi)

4)      menggali informasi tentang murid, seperti latar belakang keluarga, motivasi, minat, serta ketersediaan  sarana dan prasarana belajar

5)      melaksanakan asesmen dan mengolah hasil

6)      menggunakan data asesmen untuk merencanakan pembelajaran yang lebih bermakna dan tepat sasaran

Apabila sudah memperoleh data dari hasil diagnostik, guru dapat melihat pemetaan kemampuan murid lebih jelas. Untuk kelompok mahir guru dapat memberikan tantangan atau kegiatan pengayaan yang sesuai. Untuk kelompok berkembang dapat diberikan modifikasi tugas, panduan, dan latihan sesuai dengan kebutuhannya.

Asesmen diagnostik dapat dilakukan pada awal tahun ajaran diminggu-minggu pertama untuk memetakan murid, sehingga mereka medapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.  Asesmen diagnostik bisa juga dilakukan pada bahasan awal materi baru. Asesmen diagnostik dilakukan pada kompetensi-kompetensi yang penting diketahui oleh guru dari awal. Guru boleh menentukan instrumen asesmen sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tujuan asesmen. Tahapan penyususnan diagnostik juga dapat disederhanakan. Sebagai contoh bila asesmen diagnostik dilakukan dalam lingkup materi maka tahap 4 boleh dihilangkan.

Dari penjelasan di atas sebagai guru marilah kita mencoba untuk memperbaiki dalam membuat asesmen. Dalam memulai pembelajaran asesmen diagnostik ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui karakteristik murid. Marilah selalu berproses dalam mengembangkan diri untuk lebiih baik lagi. 

 

#Happy Writing

#70 Tulisan ( 23)

Kamis, 19 Mei 2022

KURIKULUM & ASESMEN


 

Kurikulum dan Asesmen

Asesmen berperan memberikan informasi bagi guru, murid, dan orang tua.  Secara khusus asesmen digunakan untuk menentukan strategi pembelajaran selanjutnya, dengan maksud dapat meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Asesmen yang dilakukan di kelas bukan hanya memberikan data perkembangan belajar murid saja tetapi juga upaya merangsang pola pikir bertumbuh untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan pembelajaran untuk mencari informasi apakah sudah tercapai dengan baik dan strategi apa yang harus digunakan untuk menjadi lebih baik lagi.

Keterlibatan murid secara aktif diperlukan dalam pelaksanaan asesemen, misalkan penilaian diri dan penilaian antar teman. Murid dapat membuat daftar ceklis mengenai rencana capaian belajar.  Dengan penilaian diri murid terlibat sepenuhnya dalam merancang rencana belajar, memantau proses belajarnya, melakukan refleksi atau evaluasi mandiri atas proses yang dijalani. Penilaian antar teman juga dapat melibatkan murid secara aktif. Dengan demikian tujuan pemebelajaran yang sudah ditetapkan di awal menjadi milik bersama. Pada akhirnya tujuan pembelajaran sudah tercapai. Ketercapaian tujuan pembelajaran dapat dilihat dari kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yang diturunkan dari indikator asesmen. Ketercapaian kompetensi pada tujuan pembelajaran dicerminkan oleh indikator asesmen. Perlu diperhatikan bahwa kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran tidak menjadi standar minimum yang harus dicapai oleh setiap murid.



#Happy Writing

#70 Tulisan (22)

METODE DAN FORMAT ASESMEN

 

 Metode Asesmen

Dalam pembelajaran paradigma baru, pelaksanaan asesmen diharapkan lebih berorientasi pada keseluruhan proses belajar murid. Dalam pembelaran pardigma baru guru diharapkan bisa melakukan asesmen yang berorientasi pada proses bukan hanya pada hasil akhir saja. Ada 3 pendekatan asesmen yang dapat diterapakan yaitu, asemen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif.

Asesmen diagnostik dilakukan di awal pembelajaran atau memasuki topik baru untuk mengetahui kapasitas murid di kelas. Kemudian asesmen formatif lebih terintergrasi dengan proses pembelajaran yang lebih mampu melibatkan dan me;lihat kemajuan belajar murid yang lebih mendalam. Asesmen sumatif dilakukan di akhir pembelajaran materiuntuk menguatkan konfirmasi capaian hasil belajar. Pada pembelajaran paradigma baru asesmen ditekankan pada asesmen belajar murid yang lebih komperhensih dan berpusat pada murid (student centered).

Pada ketiga asesmen ini kita bisa menggunakan 3 teknik asesmen yang paling umum yaitu;  1)  Teknik asesmen Observasi yaitu,  murid diamati secara berkala dalam kurun waktu tertentu, dengan fokus secara keseluruhan maupun individu, sesuai kebutuhan masing-masing guru di kelas. Observasi bisa dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/ harian.

2) Teknok Asesmen Perfoma, bentuk kegiatan yang dirancang untuk asesmen perfoma bisa fleksibel. Dapat berupa produk, praktek, projek, atau portofolio.

3) Tes Tertulis/lisan, digunakan untuk menguji pengetahuan murid terhadap suatu hal. Merupakan asesmen paling umum dan banyak digunakan untuk menguji pengetahuan yang sifatnya menghafal saja. Padahal tes tulis ini bisa digunakan untuk merefleksikan suatu konsep dan mengaitkannya terhadap kehiduapan sehari-hari melalui studi kasus.

Dalam membuat asesmen dibutuhkan instrumen dalam prosesnya, antara lain:

1.       Instrumen Rubrik, yaitu panduan yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas capaian murid dengan menggunakan kriteria dan skor tertentu.

2.       Instrumen Ceklis, yaitu berupa daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik, atau elemen yang dituju. Bisa digunakan dalam teknik observasi dan tes lisan/tertulis.

3.       Instrumen Catatan anekdotal, merupakan catatan singkat hasil observasi pada murid. Bisa digunakan dalam teknik asesmen observasi.

4.       Instrumen Lembar Amatan, berisi catatan perkembangan kompetensi murid dalam sebuah mata pelajaran tertentu. Digunakan dalam asesmen formatif dengan teknik observasi.

Dalam hal ini pelaku asesmen tidak harus guru, akan tetapi bisa dilakukan murid menilai diri sendiri, menilai antar murid, murid menilai  antar jenjang, bisa juga staf sekolah maupun orang tua.

Format Asesmen

Berdasarkan formatnya asesmen diklasifikasikan menjadi 2, yaitu, asesmen tradisional dan asesmen alternatif. Asesmen tradisional paling sering digunakan, misalkan tes pilihan ganda, tes benar/salah, soal isian pendek, dan esai. Kelemahan dari asesmen tradisional adalah terbatas dalam menerjemahkan capaian pembelajaran murid. Hanya sebatas pada pengetahuan dan dalam waktu itu saja.

Asesmen alternatif, asesmen ini lebih mampu untuk mengakomodir hal-hal yang kurang bisa diukur dengan menggunakan asesmen tradisional. Alat asesmen yang bisa digunakan dalam asesmen alternatif antara lain, tes melalui pertanyaan terbuka, bermain peran, demonstrasi, praktik, projek, dan portofolio.

Ø  Portofolio terdiri dari karya murid yang menampilkan penguasaan keterampilan tugas dan ekspresi dari materi yang dipelajari.

Ø  Projek adalah proses yang mampu menunjukkan kemampuan murid dalam mengolah keseluruhan pengetahuan yang telah mereka miliki, kedalam suatu hal yang lebih konkret, seperti karya atau kegiatan. Penugasan projek bisa dilakukan individu maupun kelompok. Dapat dilakukan oleh masing-masing mata pelajaran atau melaui beberapa projek penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah.

Didalam implementasi format  asesmen alternatif proses belajar murid bisa dilihat dari banyak sisi, bukan sekedar tahu dan paham, akan tetapi lebih bisa dikembangkan. Misalkan dapat menaplikasikan suatu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, refleksi murid terhadap pengetahuan yang telah dipelajari, dan sebagainya. Penerapan asesmen alternatif menuntut komitmen dalam mengevaluasi ketercapaian kompetensi pada capaian pembelajaran setiap murid.  Jadi kedua format asesmen dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.




#Happy Writing
#70 Tulisan (21)

MEMAHAMI ASESMEN

 

Setelah mempelajari Perencanaan Pembelajaran yaitu merencanakan pembelajaran yang terstruktur dan kompeten, serta menjadikan pembelajaran sebagai hal yang menyenangkan, maka berikutnya adalah memahami asesmen. Modul pelatihan yang harus diselesaikan ada 3 modul antara lain, 1) Memahami Asesmen), 2) Menyiapkan Asesmen SMP-SMA/SMK, 3) Penggunaan Hasil Asesmen.

Memahami Asesmen

Asesmen merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan, dan pencapaian murid. Untuk memahami asesmen kita harus mengetahiu tentang: a) Prinsip dan Fungsi Asesmen, b) Metode dan Format Asesmen, c) Kurikulum dan Asesmen.

  Prinsip dan fungsi asesmen

a.       Asemen sebagai Bukti Pembelajaran

Asesmen merupakan salah satu bukti untuk memahami mproses pembelajaran yang akan, sedang, dan akan dilaksanakan. Asesmen merupakan tahap penilaian atau penghakiman untuk menentukan apakah murid kita berhasil menguasai materi yang telah di pelajari. Ketika kita memberitahukan bahwa akan apa penilaian, tak jarang dari mereka mengeluh dan memasang wajah muram. Bahkan kita sendiri di saat menjadi siswa mempunyai rasa yang sama ketika seorang guru ita memberitahu bahwa akan ada penilaian pada materi tertentu.

Apabila asesmen dipandang sebagai alat menghasilkan nilai maka informasi yang dihasilkan terbatas pada kontraproduktif dengan semangat pembelajaran. Asesmen tersebut hanya sebatas mengukur level pengetahuan saja tanpa memberi kesempatan untuk meningkatkan pencapaian sesuai dengan kemampuannya. Oleh karena itu asesmen yang demikian sudah tidak sesuai lagi untuk diterapkan seiring dengan kebutuhan murid dan perkembangan zaman.

Pada pembelajaran paradigma baru secara bertahap asesmen tidak lagi sekedar menjadi tahap pelaporan hasil belajar murid. Asesemen dipandang sebagai proses pengumpulan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan, dan pencapaian belajar. Dengan demikian asesmen bertujuan untuk memantau atau memonitor kualitas pembelajaran. Selain itu asesmen berfungsi sebagai umpan balik perbaikan pembelajaran. Sehingga perkembangan belajar murid dapat teramati dari waktu ke waktu. Fungsi yang lain dari  asesmen yaitu sebagai alat untuk memetakan kemajuan belajar murid.

Melihat uraian di atas maka prinsip-prinsip asesmen sebagai berikut:

1.       Asesmen adalah bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran.

2.       Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi umpan balik

3.       Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya atau reliabel.

4.       Asesmen merupkan laporan kemajuan belajar dan pencapaian murid bersifat informatif

5.      Hasil asesmen digunakan oleh murid, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Jadi asemen juga berguna bagi guru untuk mengevaluasi diri guna memperbaiki dalam mengelola pembelajaran dan meningkatkan pembelajaran itu sendiri.  Asesmen yang efektif akan membantu guru dalam mengambil keputusan apa yang akan diperbaiki.

b.      Asesmen as, for, of learning

Agar pelaksanaan asesmen sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai  maka diperlukan pemahan mengenai karakteristik dan fungsi asesmen formatif dan sumatif.

·         Asesmen as learning (asesemen sebagai proses pembelajaran)

 Digunakan untuk melakukan refleksi pada proses pembelajaran. Asesmen as learning berfungsi sebagi asesmen formatif. Asesmen ini lebih meibatkan murid secara aktif, misalkan mereka dapat menilai dirinya sendiri (self assesment)  dan temannya/antar teman (peer assesment).  Pada penilaian diri murid dilbatkan untuk menentukan prosedur, krikteria ataupun rubrik pedomana asesmen. Penilaian diri dan antar teman bisa digunakan sebagai bahan refleksi diri bagi murid. Penilaian ini juga dapat digunakan guru untuk mengkonfirmasi capaian dan hasil belajar murid.

Bila meningat fungsi dari asesmen formatif yaitu mediagnosisi kemampuan awal dan kebutuhan belajar, umpan balik bagi murid dan guru dalam memperbaiki proses pembelajaran, memacu perubahan suasana kelas untuk meningkatakan motivasi belajar murid menjadi pembelajaran yang bermakna.

·       Asesmen for leaning(asesmen untuk pembelajaran)

Asesmen ini digunamakan untuk umpan balik pembelajaran, asesmen ini berfungsi sebagai asesmen formatif karena berorientasi pada proses pembelajaran supaya murid endapatkan umpan balik dalam melakukan perbaikan. Demikian juga dengan guru dapat memperbaiki cara mengajar atau memfasilitasi pembelajaran.

·       Asesmen of learning( asesmen pada akhir pembelajaran)

Asesmen ini digunakan untuk evaluasi pada akhir pembelajaran. Asesmen of learning ini berfungsi sebagai asesmen sumatif. Asesmen ini diberikan pada lingkup materi atau akhir semester. Fungsinya antara lain, 1) untuk mengetahui pencapaian belajar murid pada periode tertentu. 2) Mendapatkan nilai capaian belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian yang telah ditetapkan. 3) umpan alik untuk merancang/perbaikan proses pembelajaran berikutnya. 4) melihat kekuatan dan kelemahan belajar pada murid. Teknik yang dapat digunakan bisa praktik, produk, projek, maupun tes tertulis. Untuk pendokumentasian dapat mengumpulkan produk hasil belajar murid berupa portofolio, rubrik, atau nilai beurpa angka. Satuan pendidikan dapat melakukan asesmen sumatif pada akhir semester jika satuan pendidikan merasa perlu mengkonfirmasi hasil sumatif akhir lingkup materi untuk mendapatkan data yang lebih lengkap. Asesmen sumatif  merupakan suatu pilihan.

Karakteristik asesmen formatif dan sumatif

asesmen formatif

asesmen sumatif

·   Terintegrasi dengan proses

·    Melibatkan murid

·  Memperhatikan kemajuan penguasaan murid

· Dilakukan setelah pembelajaran berakhir

·       Bersifat formal

·       Perlu perancangan instrumen

 

Jadi jika dirancang dengan tepat asesmen formatif maupun sumatif dapat menjadi umpan baik bagi guru dan sekolah untuk mengevaluasi evektivitas program pembelajaran.


#Happy Writing

#70 tulisan ( 20)

MERAIH PENGHARGAAN ADIWIYATA MANDIRI

  Dok. Pribadi Setelah gagal tahun lalu dalam meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri,  tidaklah menyurutkan semangat SMPN 1 Beji untuk...